Aglaonema (Sri Rejeki)
![]() |
| Pride of Sumatra |
Yang
pertama - tama adalah kita harus mengenali karakteristik dari jenis
aglaonema yang kita tanam.
Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam perawatan antara lain.
Media Tanam
Pakis : pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan aerasi yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidak mudah lapuk dan memiliki daya tahan cukup tinggi.
![]() |
| Koleksi |
Pasir malang : pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik, karena itu penggunaanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang
Cocopeat : cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema khususnya di daerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk
Kaliandra : kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering
dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendewan
pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4 – 6 bulan.
Yang
kita gunakan adalah campuran antara ; sekam bakar, coco peat, pakis,
pasir malang, kaliandra. Komposisi media sangat tergantung dari
ketinggian lokasi dan kelembaban.
Penyiraman
Frekuensi
dan dosis penyiraman disesuaikan dengan kondisi media dan lingkungn
setempat. Lakukan penyiraman dengan air yang cukup, namun tidak
menggenangi media. Bila kekurangan air pertumbuhan tanaman terhambat dan
juga mengurangi jumlah anakan.
Jenis
air untuk menyiram aglaonema juga penting diperhatikan. Memilih jenis
air sebaiknya menghindari yang mengandung kaporit. Lebih baik
menggunakan air murni ataupun air sumur yang belum terkontaminasi bahan
kimia. Namun bagi Anda yang di daerahnya hanya terdapat air ledeng,
dimana sudah dipastikan kadar kaporit yang terkandung di dalamnya, yaitu
bisa menggunakan alternatif dengan mendiamkan air selama 2-4 hari. Itu
dilakukan untuk mengendapkan unsur kaporit di dalam air. Barulah air
bisa digunakan dengan mengambil bagian atasnya dan sisakan endapan
airnya. Maka, air aman disemprotkan pada aglaonema. Lakukan penyiraman
pagi hari dan sore hari secukupnya saja.
Pemupukan
Kebutuhan
nutrisi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan. Berikan pupuk
dengan kandungan NPK yang berimbang. Dengan cara dilarutankan dalam air
lalu disiramkan. Pemberian pupuk dengan dosis rendah, namun lebih
sering (dua minggu sekali) akan memberikan pengaruh pertumbuhan yang
lebih baik. Untuk menambah kebutuhan nutrisi, gunakan air cucian beras.
Siram ke media tanam, bukan di daun/batang.
Temperatur
Temperatur
optimal yang dibutuhkan aglaonema untuk pertumbuhan terbaiknya adalah
27 - 31 derajat celcius pada siang hari dan 20 - 23 derajat celcius pada
malam hari. Temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan daun tipis
dan warnanya menjadi pucat dan pudar. Perubahan temperatur yang ekstrem
menyebabkan tanaman aglaonema stress dan pertumbuhan akan terganggu.
Kelembaban
Kelembaban 50 - 75% cocok untuk pertumbuhan aglaonema. Pada kisaran kelembaban ini tanaman akan tumbuh baik dan daunnya segar. Kelembaban lebih rendah akan menyebabkan daun pucat dan layu. Sedang kelembaban yang lebih tinggi akan memicu munculnya beragam penyakit, terutama jamur.
Pencahayaan
![]() |
| Koleksi |
Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara sangat membantu proses penguapan, terutama saat musim hujan. Sehingga kelembaban lingkungan tetap terjaga. Sisrkulasi udara yang jelek, dapat menyebabkan tertanggunya proses penyerapan hara. Akibatnya pertumbuhan tanaman juga terganggu.
Pemeriksaan media tanam dan pemangkasan
![]() |
| Koleksi |
Sebab, rimbunnya akar akan menghambat pertumbuhan tanaman, meski unsur hara yang ada dalam media bisa terserap dengan cepat. Barulah aglaonema yang dipangkas akarnya dapat ditanam lagi pada pot yang lebih besar, agar memberikan kemudahan bergerak pada fase pertumbuhan akar nantinya. Buang bunga bila ada, karena bunga akan membuat daun baru menjadi kerdil, buang juga daun kering/busuk.
Hama dan Penyakit
Penyakit yang sering menyerang adalah layu fusarium akibat dari jamur fusarium. Ini bisa diatasi dengan fungisida. Bila kelembaban tinggi semprot seminggu sekali. Dan perhatikan penyiraman, jangan sampai berlebih dan menggenang. Sedang hama yang sering adalah ulat. Bila menemukan ambil dan matikan. Untuk pencegahan semprot dengan insektisida sebulan sekali. Untuk mencegah hama (khususnya kutu kebul) sirami Aglonema dengan air sabun. Gunakan sabun cuci piring secukupnya, jangan terlalu pekat.
Penyakit yang sering menyerang adalah layu fusarium akibat dari jamur fusarium. Ini bisa diatasi dengan fungisida. Bila kelembaban tinggi semprot seminggu sekali. Dan perhatikan penyiraman, jangan sampai berlebih dan menggenang. Sedang hama yang sering adalah ulat. Bila menemukan ambil dan matikan. Untuk pencegahan semprot dengan insektisida sebulan sekali. Untuk mencegah hama (khususnya kutu kebul) sirami Aglonema dengan air sabun. Gunakan sabun cuci piring secukupnya, jangan terlalu pekat.
Perawatan di Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, aglaonema membutuhkan perawatan khusus agar daun-daun tidak rusak atau bahkan mati. Musim kemarau cuaca sangat panas di siang hari sehingga penguapan sangat tinggi pada permukaan daun Aglaonema, untuk mengatasi penguapan yang berlebihan ini adalah dengan menjaga kelembaban. Kelembaban dijaga dengan menyemprotkan air ke udara sekitar tanaman, bila cukup dana dapat dipasang alat “pengabut” otomatis yang akan membuat kabut. Solusi lainnya adalah dengan membuat air mancur(fountain) di sekitar tanaman Aglaonema. Untuk menjaga kelembaban tanah/media, siram air secukupnya saja(jangan terlalu banyak) namun dengan frekuensi penyiraman lebih sering.
Yang harus dihindari adalah
penggunaan cairan pengkilap daun(termasuk penggunaan susu murni) ,
karena umumnya cairan pengkilap daun mengandung minyak karena fungsinya
untuk membuat daun lebih mengkilap. Pada suhu panas di musim kemarau,
cairan pengkilap daun akan membuat daun “menderita” karena membuat
permukaan daun menjadi lebih panas.
Untuk
mendapatkan aglaonema dengan kondisi prima tidaklah mudah. Banyak hal
yang mesti diperhatikan, khususnya dalam hal pemeliharaan dan perawatan. (Posting by Surya Anugerah Waoma, 4 Januari 2015)






